Kondisi yang jamak terjadi, lapisan terluas pada printhead membeku/ mengental sehingga menutupi nozzle cetak. Bisa ditebak, ketika dipakai untuk mencetak hasilnya tidak maksimal. Misalnya, hasil cetak terputus-putus kadang baik pada baris pertama baris berikut blank. Atau lebih parah lagi, printer tetap load kertas tetapi tidak ada hasil cetak yang bisa dilihat.
Uupss, jangan panic dulu! Untuk gejala buntu ringan tidak perlu menguras kocek untuk beli baru cartrij baru yang harganya lumayan mahal. Ada beberapa cara yang bisa kita tempuh untuk mengatasi masalah ini, sehingga printer bisa sehat kembali.
Tapi sebelumnya siapkan dulu beberapa alat dan bahan sederhana berikut ini: suntikan kosong, wadah plastic / mangkuk ukuran kecil, ink cleaner (bisa dibeli di toko computer, atau bisa juga pake cairan pembersih kaca –dijamin sama manjurnya), tisu lembut secukupnya.
Sudah siap? Selanjutnya ikuti langkah berikut:
1. Keluarkan cartrij dari printer, missal canon pixma 1200 – 1980 yang memiliki kesamaan model. Atau juga bisa printer merek HP hingga seri terakhir. Pastikan cartij sudah terisi tinta.
2. Siapkan wadah plastic, mangkuk kecil. Lapisi permukaan atasnya dengan tisu secukupnya.
3. Tuangkan ink cleaner/ pembersih kaca di atas tissue secukupnya hingga semua tissue basah.
4. Letakkan cartrij dengan posisi printhead menyentuh tissue yang telah basah oleh ink cleaner.
5. Biarkan hingga ¼ jam, cairan pembersih akan mengurai jell tinta. Penulis bahkan pernah membiarkan hingga 24 jam, baru buntu pada cartrij berhasil diperbaiki. Jadi memang harus sabar.
6. Angkat cartrij.
7. Bersihkan printhead dengan tissue kering, termasuk juga circuitnya barangkali terkena cipratan cairan.
8. Jika printhead sudah mengeluarkan tinta berarti proses berhasil.
Jika tinta tetap tidak mau keluar, cobalah cara terakhir berikut ini.
- Dengan bantuan suntikan kosong, tiup lembut ke lubang cartrij yang tersedia pada punggung cartrij hingga keluar tinta.
- Bersihkan printhead dengan tissue.
Cartrij sudah siap dipakai kembali. Selamat mencoba!
Sering "On-Off" Apa Pengaruh ke Usia Printer?
Nah yang ini adalah tips baru yang tidak sengaja saya jumpai. Ketika kita menyalakan dan mematikan printer, ternyata oleh memori printer juga dicounter. Bisa ditebak, itu akan mempengaruhi usia printer juga lho. Hal ini terjadi pada printer merek Epson dan Canon.Terkhusus untuk printer Epson sekarang ini, sering menyalakan dan mematikan printer juga berakibat boros pada tinta!! Lho koq bisa?
Anda pernah memperhatikan sesaat setelah printer Epson di-On-kan? Printer akan menyedot tinta pada ink tank total kurang lebih 0,5 cc. Tujuannya agar hasil cetak bisa maksimal, print nozzle-nya bagus. Nah bagaimana kalo hal itu sering dilakukan tentu banyak tinta yang mengalir pembuangan melalui absorber bukan?
Sehingga disarankan tidak sering-sering untuk mematikan dan menyalakan printer. Sehari sekali lah tidak apa. Ato lebih ekstrim lagi ada teman saya di percetakan mengatakan bahwa printernya dinyalakan terus, gak pernah dimatikan -kecuali karena mati listrik tentunya-. Dan hasilnya printernya bisa awet (di samping juga kebersihannya dijaga,jangan sampai berdebu).
Nah, selamat mencoba!